Operasi Zebra Mahakam Digelar, Ditlantas Polda Kaltim Sasar 7 Pelanggar Lalu Lintas

BALIKPAPAN – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim menggelar Operasi Zebra Mahakam 2022, mulai tanggal 3 hingga 14 Oktober 2022┬ámendatang.

Hal itu disampaikan langsung dari Dirlantas Polda Kaltim, Kombes Pol. Sonny Irawan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Mahakam 2022, Senin (3/10/22).

“Operasi Zebra Mahakam 2022 dilaksanakan selama 14 hari. Dengan adanya operasi ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakan lalu lintas dan juga fatalitas lalu lintas,” kata Kombes Pol. Sonny Irawan.

Adapun, pihak Ditlantas Polda Kaltim akan menargetkan gelaran Operasi Zebra Mahakam tersebut untuk menindak tegas 7 jenis pelanggar lalu lintas

Lantas, apa saja jenis pelanggaran yang menjadi sasaran operasi pihak Kepolisian? Berikut penjelasan yang telah dirangkum oleh MediaQu.co.

1. Menggunakan handphone saat berkendara

Sesuai dengan Pasal 293 UU LLAJ, pengemudi kendaraan bermotor sangat dilarang keras untuk bermain HP saat sedang menyetir. Jika melanggar ketentuan tersebut, makan akan disanksi denda Rp750 ribu.

2. Pengendara dibawah umur

Anak-anak di bawah umur tidak diperbolehkan untuk mengendarai kendaraan motor lantaran tidak memiliki SIM. Hal tersebut diatur dalam Pasal 281 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp1 juta.

3. Melebihi kecepatan maksimal

Pengemudi yang melaju dengan melebihi batas kecepatan akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp500 ribu sesuai dengan peraturan yang tercantum dalam Pasal 287 ayat 5 UU LLAJ.

4. Tidak menggunakan helm SNI

Sebagaimana yang telah tercantum dalam Pasal 291 UU LLAJ, pengendara roda dua wajib memakai helm dengan standar yang telah ditentukan. Jika melanggar, maka akan dikenakan denda Rp250 ribu.

5.Tidak memasang sabuk pengaman

Sesuai dengan peraturan dalam Pasal 289 UU LLAJ yang menyebutkan bahwa pengemudi harus menggunakan sabuk pengaman jika tak ingin didenda Rp250 ribu.

6. Melawan arus

Seperti yang diketahui, melawan arus lalu lintas merupakan tindakan melanggar hukum yang tercantum dalam Pasal 287 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Nantinya, para pelanggar jenis ini akan dikenakan denda maksimal sebesar Rp500 ribu.

7. Berkendara saat atau seusai minum alkohol

Berkendara di bawah pengaruh alkohol merupakan salah satu jenis pelanggaran pengguna lalu lintas yang diatur dalam Pasal 293 UU LLAJ. Pelanggar jenis ini akan dikenakan denda maksimal senilai Rp750 ribu.

(Humas Polda Kaltim/Tun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *